Sunday, October 24, 2010

WebP: Pengganti JPEG dari Google

JPEG adalah salah satu format gambar paling populer, banyak sekali gambar/foto menggunakan format tersebut.

Seiring perkembangan teknologi, Google resmi memperkenalkan format gambar terbaru yang dinamakan WebP.

WebP diklaim Google akan menghasilkan ukuran file yang lebih kecil untuk file gambar yang sering dibagi. Menurut Google, foto dan gambar lainnya berkontribusi sekitar 65 persen dari semua konten yang diakses melalui web.

Jika file gambar itu di re-encoded atau dikode ulang dengan WebP akan menghasilkan file yang rata-rata 39 persen lebih kecil ketimbang format lain. WebP juga dikatakan bisa mengurangi load pada server, ISP (Internet Service Provider) termasuk operator mobile dan web browser client sendiri.

Saat ini, file gambar umumnya encoded atau dikodekan melalui JPEG, yakni sebuah standar format gambar yang diperkenalkan pada 1992. JPEG dinilai sebagai standar lossy, yang artinya beberapa fidelity gambar hilang saat foto dikodekan atau dikode ulang. Sementara format gambar lain seperti .PNG, menggunakan lossless compression yang mempertahankan data gambar asli.

Google menggunakan kompresor gambar berdasarkan VP8 codec yang dibuat menjadi open source oleh Google pada Mei 2010.

Sejumlah gambar yang terposting di Google sudah dikodekan dengan format baru ini. Namun hambatannya, belum semua browser mendukung file gambar WebP, termasuk Chrome yang notebene merupakan produk Google.

Itu sebabnya Google berencana menambah dukungan untuk WebP yang dihadirkan dalam Webkit, yang juga diperuntukkan untuk browser Chrome. Disini, Google memposting sejumlah tool konversi dan menyediakan analisa statistik format WebP dibandingkan dengan format JPEG.

Semoga hadirnya format baru ini memperkaya pilihan dan meningkatkan kemudahan bagi para pengguna.

Smadav 2010 Rev.8.1 - 8.3

Smadav 2010 Rev. 8.3 : Penambahan database 40 virus baru, pembersihan semua varian virus shortcut, dan banyak fitur baru lainnya..

Smadav 2010 Rev. 8.2 : Penambahan database 80 virus baru, perbaikan false alarm, penambahan teknik heuristik untuk varian virus penginfeksi exe, dan beberapa perbaikan bug lainnya

Smadav 2010 Rev. 8.1 : Penambahan database 100 virus baru, Smadav Virus Scanner Engine terbaru (SmadEngine.dll), dan sudah kompatibel penuh untuk Windows Vista & Windows 7.

Smadav 2010 Rev. 8 dirilis dengan berbagai fitur dan penyempurnaan baru yang dikhususkan untuk pemberantasan virus lokal. Fitur-fitur itu seperti Smad-Behavior yang bisa mengenali virus lokal baru yang belum ada di database Smadav dari tingkah lakunya ketika menginfeksi sistem. Smad-Ray yang bisa melakukan scan flashdisk secara otomatis setelah terpasang hanya dalam waktu maksimum 5 detik. Smadav 2010 lebih stabil dan sangat disarankan untuk digabungkan dengan antivirus internasional karena Smadav hanya bisa menangani virus lokal. Pengebalan flashdisk (menggunakan folder autorun.inf) telah disempurnakan lagi dan sebelumnya akan ada konfirmasi sehingga Anda bisa memutuskan apakah suatu flashdisk ingin dikebalkan atau tidak.

Sebagai informasi, dari sampel-sampel virus yang di-upload pengguna ke situs Smadav.net, penyebaran virus lokal saat ini sudah mulai turun drastis di Indonesia. Mungkin ini dikarenakan sudah banyaknya antivirus lokal yang bisa membasmi virus-virus lokal. Dan juga karena pengguna Windows XP yang sudah berkurang karena sebagian sudah meng-upgrade sistem operasinya menjadi Windows Vista atau Windows 7 yang sangat aman dari infeksi virus khususnya virus lokal. Penyebaran virus di Indonesia lebih banyak didominasi oleh virus dan malware internasional yang tentunya tidak bisa diatasi Smadav. Anda wajib dan sangat disarankan menggunakan antivirus internasional untuk perlindungkan komputer Anda dari virus dan malware internasional ini.

Penambahan database 100 virus baru
Virus (atau lebih tepatnya Malware) yang banyak menyebar di Indonesia saat ini kebanyakan adalah virus buatan luar negeri yang sifatnya masih mirip dengan virus lokal. Virus-virus inilah yang menjadi target-target Smadav versi terbaru ini. Virus lokal sendiri saat ini sudah mulai menurun penyebarannya dan sangat jarang ditemukan. Ini kami simpulkan dari sampel-sampel virus yang di-upload oleh Smadaver di www.smadav.net.

Smadav Virus Scanner Engine (SmadEngine.dll)
Engine lama Smadav yang telah digunakan sejak 2006 tidak digunakan lagi sejak Smadav 2010 Rev. 8.1 ini. Perombakan ulang Virus Scanner Engine inilah yang membuat rilis Smadav tertunda sebulan lebih. Engine terbaru ini benar-benar ditulis ulang dari nol menggunakan bahasa pemrograman C++ dengan menyempurnakan engine sebelumnya yang masih ditulis dengan Visual Basic. Sebagian besar teknik pendeteksian virus yang ada di engine baru ini telah dirubah dan disempurnakan menjadi lebih baik. Penggunaan memori di engine baru lebih stabil dan efisien dibandingkan engine lama, begitu pula kecepatan scanning yang juga menjadi lebih cepat.

Kompatibel di Windows Vista & 7
Pada Rev. 8 dan rev-rev sebelumnya Smadav memang masih belum kompatibel 100% di Windows Vista dan Windows 7. Tapi di Rev. 8.1 ini Smadav baik scanner maupun protector-nya sudah mendukung dan kompatibel 100% untuk digunakan di Windows Vista dan Windows 7.

Berikut ini adalah daftar lengkap penyempurnaan Smadav 2010 Rev. 8.1 :
  • Engine scanner baru (SmadEngine.dll) untuk mendeteksi virus lebih cepat dan akurat.
  • External Database (Smadav.loov) untuk memudahkan update database untuk Revisi berikutnya.
  • Plug-in klik kanan di explorer terbaru (SmadExtc.dll) yang lebih baik.
  • Kompatibel di Windows Vista & 7.
  • Pendeteksian beberapa Virus Internasional yang banyak menyebar di Indonesia (Sality & Alman) sudah lebih cepat dan akurat.
  • Penambahan database lebih dari 100 virus baru beserta varian-variannya
  • Perbaikan false alarm pada beberapa file.
  • Penyempurnaan metode blacklist key ilegal Smadav Pro
  • Perubahan struktur tim Smadav untuk tahun 2010
  • Penambahan menu uninstall di Tray Icon untuk memudahkan proses uninstall
Situs resmi: http://www.smadav.net/
Semoga bermanfaat.

Wednesday, October 20, 2010

Business Plans vs. Business Models

In starting a new venture, most start by trying to write the business plan because everyone tells you how much you need one. So you sit down to write the business plan and you start through your checklist. Typically this is how it goes:



“Management team -- well so far, there’s only me, so I’ll just add two more positions to be determined later. Next, it’s Problem to be Solved. Well, that’s an interesting question. I’m solving so many problems, I’ll just say, we’re going to save the customer time, and make it easier for him to do his job. That should cover it. “



If the above description sounds familiar it should because most everyone starts by trying to write the business plan but there’s just not enough information to carry it through at the early stage. There are too many decisions still to be made. There’s too much information not yet accumulated.



Instead of working on the business plan from day one, work on the business model. Focus on how you are going to generate revenue and what will be your core costs. If you figure out this, then you have the key elements of a business plan. You can fill in the other pieces based on the business model. For example, the management team positions will become clear once you know the business model. The problem you are solving is much clearer and so it goes with the other elements of the plan.



Best regards,

Hall T.