Wednesday, October 27, 2010

Bart Bohn of the ATI Talks about the Texas Wireless Summit

Bart Bohn of the ATI Talks about the Texas Wireless Summit



Where are you from originally?



Grew up in Houston.





What university did you go to?



Went to college at Trinity University in San Antonio and to UT-McCombs for my MBA.



What brought you to Austin?



After college I spent six years in Houston in strategy consulting. Through that time I grew a passion for working with clients and found the startup and incubator space to be the most rewarding. Austin’s entrepreneurial community and the ATI in particular was a great place to launch a new phase in working with the high-tech startup ecosystem. My entry point was UT, where I got an MBA in finance and entrepreneurship.





What is the idea behind your group?



Texas Wireless Summit is an industry-focused conference to provide a platform for industry leaders to discuss emerging technologies and business models that give insight on the next three or more years of the wireless industry’s trajectory. ATI-Wireless and UT’s Wireless Networking and Communications Group will focus on technology and startups that will enable the continued innovation surge in the wireless industry.





What need does it fulfill?



On the Austin level it provides an event to bring together the wireless and mobile community. Additionally it provides a conduit for WNCG, ATI-Wireless and the startup community to interact and exchange ideas with the traditional leading wireless companies.





What exactly does your group do?



TWS is and industry conference that showcases the most compelling wireless technologies and research.





Who is it for?



Attendees are industry executives, investors, media, startups, technologists and the service companies critical to the industry.





What was the most challenging aspect of starting up the group?



I didn’t start it. The greatest challenge in keeping it going, as with any front-line technology sector, is continuing to provide cutting-edge content and discussion points.





What is the next step for you and your group?



TWS is only half-way to taking over the world, so that’s a good question. Our next step is to continue to reinforce our position as the go-to event for compelling wireless technology, innovation and discussion.





What advice do you have for entrepreneurs?



Something that will be on full display at this year’s TWS is the collision of the internet- and web-based startup culture with the traditional “heavy-iron” wireless industry culture. You’ll see keynotes and panels from the legacy players and a host of startups showcasing their web-based technologies that will highlight how the industry is enabling this collision and benefiting from it.

Depending on the specific nature of your technology and the way it needs to be commercialized, be aware of the dynamics of that collision. On the surface you have the apps space, which Google and Apple have created by collaborating with the traditional telecomm-infrastructure folks that provide the core communications platform and services. Either strata is navigable, but the path through each of them is different. As a wireless entrepreneur, you need to be aware of which level you’re on.





Tell me more about your upcoming event.



Early bird pricing ends Nov. 5, so sign up now.





What Austin-based resource have you found to be the most helpful and why?



The ATI-Wireless Incubator and UT’s WNCG are the premiere catalysts for wireless entrepreneurs in Central Texas.

Sunday, October 24, 2010

WebP: Pengganti JPEG dari Google

JPEG adalah salah satu format gambar paling populer, banyak sekali gambar/foto menggunakan format tersebut.

Seiring perkembangan teknologi, Google resmi memperkenalkan format gambar terbaru yang dinamakan WebP.

WebP diklaim Google akan menghasilkan ukuran file yang lebih kecil untuk file gambar yang sering dibagi. Menurut Google, foto dan gambar lainnya berkontribusi sekitar 65 persen dari semua konten yang diakses melalui web.

Jika file gambar itu di re-encoded atau dikode ulang dengan WebP akan menghasilkan file yang rata-rata 39 persen lebih kecil ketimbang format lain. WebP juga dikatakan bisa mengurangi load pada server, ISP (Internet Service Provider) termasuk operator mobile dan web browser client sendiri.

Saat ini, file gambar umumnya encoded atau dikodekan melalui JPEG, yakni sebuah standar format gambar yang diperkenalkan pada 1992. JPEG dinilai sebagai standar lossy, yang artinya beberapa fidelity gambar hilang saat foto dikodekan atau dikode ulang. Sementara format gambar lain seperti .PNG, menggunakan lossless compression yang mempertahankan data gambar asli.

Google menggunakan kompresor gambar berdasarkan VP8 codec yang dibuat menjadi open source oleh Google pada Mei 2010.

Sejumlah gambar yang terposting di Google sudah dikodekan dengan format baru ini. Namun hambatannya, belum semua browser mendukung file gambar WebP, termasuk Chrome yang notebene merupakan produk Google.

Itu sebabnya Google berencana menambah dukungan untuk WebP yang dihadirkan dalam Webkit, yang juga diperuntukkan untuk browser Chrome. Disini, Google memposting sejumlah tool konversi dan menyediakan analisa statistik format WebP dibandingkan dengan format JPEG.

Semoga hadirnya format baru ini memperkaya pilihan dan meningkatkan kemudahan bagi para pengguna.

Smadav 2010 Rev.8.1 - 8.3

Smadav 2010 Rev. 8.3 : Penambahan database 40 virus baru, pembersihan semua varian virus shortcut, dan banyak fitur baru lainnya..

Smadav 2010 Rev. 8.2 : Penambahan database 80 virus baru, perbaikan false alarm, penambahan teknik heuristik untuk varian virus penginfeksi exe, dan beberapa perbaikan bug lainnya

Smadav 2010 Rev. 8.1 : Penambahan database 100 virus baru, Smadav Virus Scanner Engine terbaru (SmadEngine.dll), dan sudah kompatibel penuh untuk Windows Vista & Windows 7.

Smadav 2010 Rev. 8 dirilis dengan berbagai fitur dan penyempurnaan baru yang dikhususkan untuk pemberantasan virus lokal. Fitur-fitur itu seperti Smad-Behavior yang bisa mengenali virus lokal baru yang belum ada di database Smadav dari tingkah lakunya ketika menginfeksi sistem. Smad-Ray yang bisa melakukan scan flashdisk secara otomatis setelah terpasang hanya dalam waktu maksimum 5 detik. Smadav 2010 lebih stabil dan sangat disarankan untuk digabungkan dengan antivirus internasional karena Smadav hanya bisa menangani virus lokal. Pengebalan flashdisk (menggunakan folder autorun.inf) telah disempurnakan lagi dan sebelumnya akan ada konfirmasi sehingga Anda bisa memutuskan apakah suatu flashdisk ingin dikebalkan atau tidak.

Sebagai informasi, dari sampel-sampel virus yang di-upload pengguna ke situs Smadav.net, penyebaran virus lokal saat ini sudah mulai turun drastis di Indonesia. Mungkin ini dikarenakan sudah banyaknya antivirus lokal yang bisa membasmi virus-virus lokal. Dan juga karena pengguna Windows XP yang sudah berkurang karena sebagian sudah meng-upgrade sistem operasinya menjadi Windows Vista atau Windows 7 yang sangat aman dari infeksi virus khususnya virus lokal. Penyebaran virus di Indonesia lebih banyak didominasi oleh virus dan malware internasional yang tentunya tidak bisa diatasi Smadav. Anda wajib dan sangat disarankan menggunakan antivirus internasional untuk perlindungkan komputer Anda dari virus dan malware internasional ini.

Penambahan database 100 virus baru
Virus (atau lebih tepatnya Malware) yang banyak menyebar di Indonesia saat ini kebanyakan adalah virus buatan luar negeri yang sifatnya masih mirip dengan virus lokal. Virus-virus inilah yang menjadi target-target Smadav versi terbaru ini. Virus lokal sendiri saat ini sudah mulai menurun penyebarannya dan sangat jarang ditemukan. Ini kami simpulkan dari sampel-sampel virus yang di-upload oleh Smadaver di www.smadav.net.

Smadav Virus Scanner Engine (SmadEngine.dll)
Engine lama Smadav yang telah digunakan sejak 2006 tidak digunakan lagi sejak Smadav 2010 Rev. 8.1 ini. Perombakan ulang Virus Scanner Engine inilah yang membuat rilis Smadav tertunda sebulan lebih. Engine terbaru ini benar-benar ditulis ulang dari nol menggunakan bahasa pemrograman C++ dengan menyempurnakan engine sebelumnya yang masih ditulis dengan Visual Basic. Sebagian besar teknik pendeteksian virus yang ada di engine baru ini telah dirubah dan disempurnakan menjadi lebih baik. Penggunaan memori di engine baru lebih stabil dan efisien dibandingkan engine lama, begitu pula kecepatan scanning yang juga menjadi lebih cepat.

Kompatibel di Windows Vista & 7
Pada Rev. 8 dan rev-rev sebelumnya Smadav memang masih belum kompatibel 100% di Windows Vista dan Windows 7. Tapi di Rev. 8.1 ini Smadav baik scanner maupun protector-nya sudah mendukung dan kompatibel 100% untuk digunakan di Windows Vista dan Windows 7.

Berikut ini adalah daftar lengkap penyempurnaan Smadav 2010 Rev. 8.1 :
  • Engine scanner baru (SmadEngine.dll) untuk mendeteksi virus lebih cepat dan akurat.
  • External Database (Smadav.loov) untuk memudahkan update database untuk Revisi berikutnya.
  • Plug-in klik kanan di explorer terbaru (SmadExtc.dll) yang lebih baik.
  • Kompatibel di Windows Vista & 7.
  • Pendeteksian beberapa Virus Internasional yang banyak menyebar di Indonesia (Sality & Alman) sudah lebih cepat dan akurat.
  • Penambahan database lebih dari 100 virus baru beserta varian-variannya
  • Perbaikan false alarm pada beberapa file.
  • Penyempurnaan metode blacklist key ilegal Smadav Pro
  • Perubahan struktur tim Smadav untuk tahun 2010
  • Penambahan menu uninstall di Tray Icon untuk memudahkan proses uninstall
Situs resmi: http://www.smadav.net/
Semoga bermanfaat.